• Bersama motorhondabandung.id Beli Dan Kredit Motor Honda Di Bandung Dan Cimahi Menjadi Lebih Mudah
Beranda » Berita & Artikel » Tips Menghindari Aquaplaning saat Berkendara dengan Motor Honda

Tips Menghindari Aquaplaning saat Berkendara dengan Motor Honda

Dipublish pada 13 August 2025 | Dilihat sebanyak 531 kali | Kategori: Berita & Artikel, Tips Trik Honda

Tips Menghindari Aquaplaning saat Berkendara dengan Motor Honda

Mengenal Bahaya Aquaplaning

Tips Menghindari Aquaplaning saat Berkendara dengan Motor HondaBagi pengendara motor di Bandung, musim hujan sering membawa tantangan tersendiri. Salah satu risiko terbesar adalah aquaplaning—kondisi di mana ban motor kehilangan cengkeraman karena terhalang lapisan air di jalan.

Ketika aquaplaning terjadi, ban motor seolah “mengapung” di atas air sehingga kontrol kemudi menjadi sangat berkurang. Situasi ini dapat memicu kecelakaan, terutama jika pengendara panik atau melakukan manuver mendadak.

Bagi pengguna motor Honda seperti Honda Beat, Honda Vario 125, Honda PCX 160, dan Honda ADV 160, memahami dan mengantisipasi aquaplaning adalah hal yang sangat penting.

(Baca juga artikel sebelumnya: Cara Merawat Rem Motor Honda agar Tetap Pakem di Segala Cuaca)


Penyebab Terjadinya Aquaplaning

Kecepatan Tinggi di Jalan Basah

Saat melaju kencang, ban tidak memiliki cukup waktu untuk membuang air di permukaan jalan. Akibatnya, air membentuk lapisan tipis yang memisahkan ban dari aspal.

Kondisi Ban yang Tidak Prima

Ban yang gundul atau alur tapaknya sudah dangkal membuat air tidak bisa terbuang optimal. Tekanan angin ban yang terlalu rendah atau terlalu tinggi juga memengaruhi kemampuan ban mencengkeram jalan.

Genangan Air dalam

Genangan dengan kedalaman hanya 3 mm sudah cukup membuat ban kehilangan traksi. Apalagi jika genangan berada di tikungan atau jalan menurun.

Permukaan Jalan Licin

Selain air, kotoran, oli, atau lumut di jalan juga bisa memperparah kondisi licin dan mempercepat terjadinya aquaplaning.


Dampak Aquaplaning Bagi Pengendara

Kehilangan Kendali

Motor bisa meluncur lurus tanpa merespons kemudi.

Jarak Pengereman Bertambah

Ban yang melayang di atas air membuat rem tidak efektif.

Risiko Jatuh Lebih Tinggi

Sekali kehilangan traksi, motor lebih sulit dikendalikan, apalagi di jalan padat.


Cara Mencegah Aquaplaning

1. Memilih Ban yang Tepat

Gunakan ban dengan alur tapak yang dirancang untuk membuang air secara optimal. Ban tipe all-season atau khusus hujan direkomendasikan untuk daerah seperti Bandung.

2. Cek Tekanan Angin Rutin

Pastikan tekanan angin sesuai rekomendasi pabrik. Untuk motor Honda, tekanan biasanya:

  • Depan: 29–32 psi
  • Belakang: 33–36 psi (tergantung model dan beban)

3. Jaga Kecepatan

Batasi kecepatan maksimal 40–50 km/jam saat melewati jalan basah. Kecepatan rendah memberi ban waktu lebih banyak untuk memecah air.

4. Hindari Jalur Genangan

Pilih jalur yang lebih kering meskipun sedikit memutar.

5. Gunakan Rem dengan Lembut

Pengereman mendadak di jalan licin sangat berisiko. Gunakan rem depan dan belakang secara bertahap.


Teknik Mengatasi Aquaplaning Saat Terjadi

Tetap Tenang

Panik hanya membuat situasi lebih buruk. Fokuslah menjaga keseimbangan.

Pegang Stang dengan Stabil

Jangan memutar stang secara tiba-tiba.

Kurangi Gas Perlahan

Hindari menutup gas mendadak, biarkan motor melambat secara bertahap.

Gunakan Rem Belakang

Rem belakang membantu memperlambat laju tanpa membuat roda depan terkunci.


Teknologi Motor Honda yang Membantu

Beberapa model Honda seperti Honda PCX 160 dan Honda ADV 160 dilengkapi Anti-lock Braking System (ABS) yang membantu mencegah roda terkunci di jalan licin.

Selain itu, fitur Combi Brake System (CBS) pada Honda Beat dan Honda Vario 125 membuat pengereman lebih seimbang antara roda depan dan belakang.


Tips Berkendara Aman di Bandung Saat Musim Hujan

Gunakan Jas Hujan Model Setelan

Lebih aman dibanding model ponco yang bisa tersangkut roda.

Pastikan Lampu Menyala

Gunakan lampu utama untuk meningkatkan visibilitas.

Perhatikan Marka Jalan

Marka cat putih lebih licin saat basah, hindari melintasinya saat menikung.

Servis Motor Rutin

Periksa kondisi rem, ban, dan suspensi secara berkala di bengkel resmi Honda Bandung.

Aquaplaning adalah risiko nyata yang dihadapi pengendara motor Honda di Bandung, terutama saat musim hujan. Dengan pemahaman yang baik, perawatan ban, pengaturan kecepatan, dan teknik berkendara yang benar, risiko ini dapat diminimalkan.


(Baca artikel berikutnya: Panduan Memilih Ban Motor Honda yang Tepat untuk Musim Hujan)

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Artikel Lainnya
Panduan Memilih Ban Motor Honda yang Tepat untuk Musim Hujan

Panduan Memilih Ban Motor Honda yang Tepat untuk Musim Hujan

Dipublish pada 13 August 2025 | Dilihat sebanyak 512 kali | Kategori: Tips Trik Honda

Panduan Memilih Ban Motor Honda yang Tepat untuk Musim Hujan Pentingnya Memilih Ban yang Tepat Bagi pengendara motor Honda di Bandung, musim hujan membawa tantangan ekstra. Jalan licin, genangan air, dan risiko aquaplaning menjadi masalah utama. Salah satu faktor yang... selengkapnya

Motor Honda dan Perjalanan Pulang yang Menenangkan

Dipublish pada 12 January 2026 | Dilihat sebanyak 561 kali | Kategori: Berita & Artikel

Bagi banyak orang, perjalanan pulang memiliki makna tersendiri. Setelah seharian beraktivitas, momen kembali ke rumah menjadi waktu untuk menurunkan ritme dan melepaskan penat. Di tengah lalu lintas kota yang masih ramai, motor sering menjadi sarana yang mengantar pengendara menuju suasana... selengkapnya

Honda stylo 2025

Motor Honda Stylo 2025: Gaya Klasik Modern yang Menyihir Jalanan Bandung

Dipublish pada 30 July 2025 | Dilihat sebanyak 477 kali | Kategori: Cerita Motor Honda

Motor Honda Stylo 2025: Gaya Klasik Modern yang Menyihir Jalanan Bandung Pagi itu, suasana Bandung masih dibalut kabut tipis. Dinda, mahasiswi jurusan desain yang aktif dan bergaya, membuka pintu garasi rumahnya. Di sana terparkir motor barunya — Honda Stylo 160... selengkapnya

Kang Yadi
Marketing Executive